Cerita skes com

Stimulasi yang paling aku senangi dan bisa membuat penisku keras adalah oral. Bukan seperti di Manggabesar misalnya, semua panti pijat hanya kamuflase dari tempat pelayanan seks saja. Mendingan pembantu aja, semua biaya ada yang nanggung, bisa nabung ‘ ‘Kamu senang kerja di sini? ‘ ‘Boleh‘ Kaki saja bolehlah, asal jangan ke atas, soalnya burungku sedang tak ada kurungannya. Sampai aku menekan kuat2 penisku guna menyemprotkan maniku ke dalam vaginanya. Isteriku tinggal menyingkap sarung dan melahap isinya. ‘Trus kenapa kamu hanya sebulan, gajinya lumayan kan, dibanding pembantu‘ ‘Iya sih ‘cuman cape‘ Pak. ‘ ‘Kerja memang cape ‘ ‘Tapi tangan saya jadi pegel banget Pak. ‘ ‘Saya kerasan Pak, semuanya baik sih‘ Memang aku mengajarkan kepada anak-anakku untuk bersikap baik kepada pembantu. Aku asyik menikmati pijatannya, masih di punggungku. Tini menyingkap sarungku sampai lutut, lalu mulai memencet-mencet telapak kakiku. Kusingkap rok mininya dan kubuka pahanya lebar-lebar. Padahal roknya masih belum lepas, begitu juga kemejaku. Dengan hand-body lotion dia mengurut tubuhku mulai dari pinggang sampai punggung begitu enak kurasakan. Tiba2 Tini menyingkap sarungku lebih ke atas lagi dan mulai memijat paha belakangku (aku masih telungkup). Kulihat Tini melirik sekilas kepada punyaku itu, lalu mulai mengurut kakiku. Apalagi gerakan mengurut pahaku itu membuatnya harus membungkuk sehingga aku bisa makin jelas melihat belahan dadanya dan sebagian buah putihnya itu. Nah, ketika mengurut pahaku sampai pangkalnya, burungku mulai bereaksi, membesar. Bahkan sampai guratan2 tipis kehijauan pembuluh darah pada buah dadanya nampak.

Cerita ini memang sungguh2 saya alami sekitar setahun yang lalu. Waktu itu aku tak masuk kantor sebab badanku tak enak. Maksudku shaping line-nya dari atas lebar, turun ke pinggang menyempit, terus turun lagi ke pinggul melebar. Seluruh badan pegal2, mulai dari punggung, pinggang sampai kedua kaki. Bentuk buah dada itu semakin jelas ketika Tini mengepel lantai dekat tempat tidur. ‘ Pertanyaan yang biasa sebenarnya, apalagi ekspresi wajahnya wajar, polos, dan memang ingin membantu. Seandainya tubuh Tini ini bisa di ‘re-engineering‘, dibentuk kembali, tingginya ditambah sekitar 5 cm tapi tidak perlu tambahan ‘bahan baku ‘, jadilah tubuh ideal. Pegal2 nih kan udah seminggu‘ ‘Bisa Pak, jam berapa Bapak pulang? ‘ ‘Baik Pak, tapi saya mau mandi dulu‘ Agak lama aku menunggu di depan pintu baru Tini membukanya. Dia masuk ke kamarku untuk membersihkan seperti biasanya. Tapi aku sempat kaget atas tawarannya itu, sebab lagi asyik memperhatikan belahan putihnya. Besok lusa baru tukang pijit langgananku itu janji mau dateng. Tapi kulihat wajahnya serius dan masih tetap polos. Jelas tak ada maksud lain selain memang ingin membantu majikannya. ‘ ‘Saya pernah kursus memijat, Pak ‘ ‘Boleh‘ hanya itu jawabanku. ‘ ‘Belum sih, mau seterika tapi jemuran belum kering ‘ Aku juga ingin sekarang, tapi anakku yang sekolah siang belum berangkat. ‘Cari aja disitu ‘ kataku sambil menunjuk meja rias isteriku. ‘Lepas aja kaosnya Pak, biar engga kena henbodi ‘ Celaka! Aku ingin sesuatu yang baru, tapi masih sayang melepaskan Ani, sebab sewaktu-waktu dia amat berguna meredakan keteganganku. Mungkinkah sesuatu yang baru itu akan kudapatkan dari Tini? Pertama, tentang janjiku yang tak akan meniduri pembantu. Ketiga, si Tini belum tentu mau, dia merasa terhalang oleh kebaikan isteriku. Terima sajalah tawarannya ini, toh aku nanti bisa pesan sama dia untuk tak bilang ke isteriku. Akupun menuntut isteriku untuk berpakaian tidur khusus pula : gaun agak tipis model tank-top dan mini, tanpa apa-apa lagi di dalamnya! ‘ ‘Iiyyyaa ‘ Pak ‘ ‘ ‘Kok engga bilang ‘ ‘Takut engga diterima ama Ibu, Pak ‘ ‘Dimana dan berapa lama ? Tapi Bapak jangan bilang ke Ibu ya‘ ‘Iya deh, asal kamu mau cerita semua pengalaman kamu kerja di panti pijat‘. Satu jam berikutnya aku menelepon lagi, lama tak ada yang mengangkat, lalu ”Halo‘ suara Tini. Jadi kalau aku akan berhubungan seks aku perlu stimulasi lebih dulu, maklum sudah belasan tahun aku menikah. Untuk sementara aku menang, punya kartu as yang nanti akan berguna kalau aku harus bilang ke Tini, jangan bilang ke Ibu ya‘ ‘Sebelum kerja ‘kan ikut trening dulu seminggu Pak ‘ ‘Oh iya ‘ ‘Soalnya itu emang tempat pijat beneran‘ Aku tahu, panti pijat yang disebutnya itu terletak di Jakarta Selatan dan memang panti pijat ’serius‘. Sampai jari2 Ani mencengkeram sprei kuat-kuat diiringi dengan rintihan histeris. ‘Pameumpeuk, maksud kamu ‘ kataku nimbrung, ingat daerah pantai selatan Garut, yang ada tempat peluncuran roket itu. ‘ ‘Sudah Bu, tapi sekarang udah cerai ‘ ‘Punya anak ? ‘ ‘Di Jakarta ‘ ‘Pembantu juga, trus pindah ke Swasta hanya sebulan ‘Sebagai apa di swasta ‘ ‘Biasa Bu, buruh ‘ Singkatnya, setelah ‘wawancara rekrutmen ‘ itu akhirnya isteriku menerima Tini sebagai pembantu rumah tangga kami yang baru. Tini melirik penisku, lagi2 hanya sekilas, sebelum mulai mengurut kakiku. Bayanganku akan bentuk buah dadanya di balik pakaiannya membuat penisku mulai menggeliat. Bedanya, Tini lebih sering memandangi kelaminku yang telah dalam kondisi siap tempur. ‘ ‘Satu Bu, laki2, umur 2 tahun ‘ ‘Dimana anaknya sekarang ? Sebenarnya, ‘interview’ yang dilakukan oleh isteriku kurang mendalam, setidaknya menurut text-book yang pernah kubaca. ‘ Dengan tenang aku membalikkan tubuhku yang telanjang bulat. Tapi Tini terlihat wajar-wajar saja, masih terus mengurut, tak terlihat kaget atas kenakalanku. ‘Banyak susahnya dibanding senengnya, Pak ‘ ‘Ah masa ‘ ‘Iya. Walaupun sudah sering aku melumat-lumat buah ini, tapi tak bosan-bosan juga. Tanganku sudah menerobos CD-nya, dan telunjukkupun mengetest, ‘pintu‘-nya sudah membasah. Yang aku suka pada wanita 30 tahun ini selain dia siap setiap saat kusetubuhi, juga karena Ani cepat panasnya. Bahkan dia sekarang memencet-mencet pantatku yang terbuka. ‘ tanyaku asal saja, untuk mengatasi kakunya suasana. ‘Ada lagi sebetulnya, cuman ‘ malu ah bilangnya ‘ ‘Bilang aja, kenapa musti malu ‘ ‘Engga enak ah Pak ‘ ‘Ya udah, kamu cerita aja pengalaman kamu selama kerja mijat ‘ ‘Ahh ‘ itu malu juga‘ ‘Heee‘. Makanya saya hanya tahan sebulan ‘ ‘Gimana sih engga enaknya ‘ ‘Banyak tamu yang dateng maunya ‘main’, bukan pijit. Lagian udah jelas di situ kan engga boleh buat main ‘ ‘Kalo tamunya ngotot minta ‘ ‘Yaah ..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “cerita skes com”